All About Ted's 6th Senses - 1. Intro

1.23.2015

print this page
send email
“Gambar setan aneh itu lagi? Dasar kau itu, hobi kok menghayal, hahaha!!”. Celoteh Isal sambil terus memainkan gadget keluaran terbarunya itu. Disaat seperti ini aku hanya bisa terdiam sambil bersabar. “Betapa beruntungnya isal, punya kedua orang tua yang lengkap, juga dari kalangan berada” kataku didalam hati. Lalu tak lama, pak guru kimia pun masuk dan memulai pelajaran seperti biasa, membosankan.

***
Namaku Ted, kehidupanku berjalan normal sampai pada akhirnya aku memiliki kemampuan ini. Ya, kemampuan yang tidak dimiliki setiap orang. Kata orang-orang, kemampuan seperti ini disebut indra ke-6. Awalnya tidak ada yang tahu aku memiliki kemampuan aneh ini, tetapi pada waktu itu...
Saat kelas 11

“Hei ted, kok bengong? Haloooo?” Sapa Thalia yang pada waktu itu adalah pacarku. “Kamu ini selalu bengong, ada masalah? Cerita dooong..” sekali lagi ia berbicara padaku sambil menepuk pundak sebelah kananku, saat itu aku yang tengah memperhatikan seorang lelaki berjubah putih dengan sayap putih besar yang membentang. “Eh Thal, dia keren ya pakai sayap besar seperti malaikat” aku yang masih setengah sadar akan kehadiran Thalia langsung mengatakan hal itu dengan spontan. “Sayap? Malaikat? Kamu sakit ya?” Tanya Thalia kebingungan. “eh, engg, enggak kok, bukan apa apa, Cuma hayalan aja hehe” kataku membalasnya. Sejak kejadian itu, dia selalu menyangka aku menutupi sesuatu darinya.

Malam nya, dia chat aku lewat facebook, dia tanya kenapa tadi siang, aku jawab seadanya namun tetap merahasiakan kemampuanku ini. Sampai pada akhirnya dia memaksa menjelaskan bagaimana hayalanku sampai melihat malaikat seperti itu, akhirnya. “Sebenernya, aku punya indra ke-6 Thal” aku memberitahu yang sebenarnya, namun Thalia hanya membalas menggunakan emoticon tertawa. “hah yasudah kalau tidak percaya, oh iya aku tidur duluan deh, selamat malam” kataku membalasnya karena aku memang sudah mengantuk.

Ketika pagi datang, aku berangkat ke sekolah seperti biasa, namun sampai di sekolah, Thalia meminta ku putus, dan dia tidak memberitahu alasannya, yasudahlah kataku dalam hati, lalu berjalan menuju kelas. Dari sejak aku putus dengan Thalia, aku sering diledek manusia aneh yang suka mengada-ngada. “Pasti ini semua ulah Thalia”, umpatku dalam hati.

***

“BRAK!!!” suara meja dipukul begitu keras oleh pak guru kimia. “Kamu sudah nilai jelek, tidak menghargai guru yang sedang berbicara, malah tertidur enak-enakan di kelas saya, berdiri kamu didepan kelas sampai saya selesai mengajar”. “Oh sial, mimpi tadi mengingatkanku pada Thalia” umpatku dalam hati. Aku yang kesal lalu berdiri di samping papan tulis menuruti apa kata pak guru ini. “Selesai pelajaran saya, kamu ikut ke ruangan BK” lanjutnya dengan keras lalu mulai meneruskan pelajaran. 


Aku hanya bisa berdiri sambil memandang teman-temanku, namun saat aku melihat kearah tempat aku duduk tadi, ada seorang perempuan duduk disana dan melihat hasil gambarku yang berserakan diatas meja. “siapa dia ya” dalam hatiku penuh tanya. Diapun melihat kearah ku lalu tersenyum dan pergi begitu saja menembus tembok kelas. 

***

“KRIIING” bel tanda pulang sekolah berbunyi, akupun pulang dengan lemas karena tadi dimarahi habis-habisan oleh guru kimia dan di introgasi oleh guru BK.

Sampai rumah, aku langsung menyalakan laptopku dan membuka facebook. Aku melihat ada sebuah pesan masuk, dari Dwi si jagoan komputer. 

“Hei ted, boleh aku meminta gambar-gambarmu itu? Kelihatannya keren”, lalu aku langsung saja mengiyakan dan bilang bahwa ambil saja di kolong mejaku. Rumah Dwi memang dekat sekali dengan sekoah, jadi kapanpun dia ingin kesekolah, dia tinggal menyebrang jalan. Beberapa saat kemudian, ada sebuah pesan dari akun facebook tanpa nama dan foto perempuan mirip dengan yang tadi melihat gambar-ku di kelas. 

“Kamu boleh menyimpan semua gambar itu, asalkan hanya kamu yang menyimpannya, kalau sampai semua orang melihat, kau berurusan dengan aku dan kawan-kawanku!!”. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back To Top